Posted by: tiatavias | March 10, 2011

no ordinary journey (part 1)

Senin pagi tanggal enam bulan juli tahun dua ribu sepuluh

Dengan kaos pink, celana jins coklat, sandal jepit ando hitam, tas jins biru kecil, dan tas carier ukuran sedang saya menuju terminal baranang siang untuk menyusul seorang teman yang sedang berada di suatu kampung adat..

Bis MGI AC tujuan pelabuhan ratu yang saya tunggu tak muncul-muncul, hampir satu jam saya menanti, yang ada hanya bis ekonomi yang menanti penumpang di pintu depan terminal..

Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk bertanya (bukannya dari tadi tiaaa) kepada penjaga disana, dan ternyata bis MGI AC tujuan pelabuhan ratu yang saya maksud “ngetem” di belakang.. saya hanya menghela nafas panjanggg (hemm, ketauan kan ga pernah ke terminal. hahaa)..

Beruntungnya saya, bisnya sudah siap jalan, dan ternyata masih ada tempat duduk untuk saya.. perjalanan pun dimulai.. ini kali pertama saya naik bis seorang diri ke arah pelabuhan ratu.. dengan 25ribu saya cukup nyaman dengan bis kecil ini.. karena saya sudah sering ke daerah sukabumi, setidaknya saya tau titik-titik kemacetan menuju kesana, danlagi-lagi, cicurug adalah pusat kemacetan yang sangat tidak menyenangkann.. saya terjebak disana hingga satu jam lebih, dengan perut keroncongan, rasanya ingin sekali berbalik arah menuju bogor, atau ke rumah saudara saya yang terdekat dari situ, tapi “cemen” banget nyerah Cuma gara-gara macet yang sudah biasa saya alami.. yang namanya di bis, pasti ada saja pedangan yang menjajakan dagangannya, saat itu, penjual coklat yang menghampiri, spontan saya beli dongg.. selain cicurug, pasar cibadak adalah titik kemacetan berikutnya.. tapi yahh, enjoy ajaa.. ;D

Inti perjalanan ke pelabuhan ratu dimulai dari pertigaan cibadak, jika lurus itu arah ke sukabumi, ke pelabuhan ratu berarti belok kanan, dan selanjutnya tinggal menikmati perjalanan, klo hari biasa lancar-lancar aja kesana, tapi klo taun baru atau hari perayaan lainnya, wuiihhh, padet banget itu.. hahhaaa.. perjalanan ke pelabuhan ratu ditandai dengan jalannya yang berkelok-kelok, klo yang ga tahan, bisa mual karenanya, termasuk ibu-ibu yang tepat duduk disebelah saya.. yahh, manusiawi ajalah meskipunn emmm, yiaksss.. hahaha..

Kurang lebih empat jam perjalanan dari bogor, saya sampai di terminal pelabuhan ratu, sungguh asing sekali.. ketika turun, saya disambut oleh para calo-calo yang menawari naik ini naik itu, dan sayapun menanyakan mobil elf tujuan ke cicadas, mobil yang di tunjuk masih sangat kosong, yahh, sudah pasti saya harus menunggu hingga penuh, ingin rasanya makan dulu di sekitaran sana atau setidaknya jalan-jalan di pinggir pantai (karena ternyata terminal itu dekat dengan pantai pelabuhan ratu), tapiii perjalanan ini benar-benar sangat melelahkan, saya hanya jajan gorengan untuk mengganjal perut dan menunggu di dalam elf.. hampir satu setengah jam, akhirnya penuh juga, dan mari melanjutkan perjalanan..

Yang namanya mobil elf, sudah pasti ngebut dan ugal-ugalan.. begitupun dengan elf yang saya naiki, jalan kea rah cicadas berasa jalan milik pribadi si mobil elf saja, yang yang duduk di samping supir, bener-bener harus waspada.. dann jujur, saya takuuttt.. hahahaa…

Sekitar satu jam lebih, saya sampai di pertigaan cicadas yang ternyata tidak asing, sekitar dua tahun lalu saya pernah kesini dengan rombongan teman-teman KPM43, dari pertigaan itu, saya harus naik ojek untuk sampai di tempat tujuan.. tidak sampai 15menit, sayapun sampai di KASEPUHAN SIRNARESMI..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: