Posted by: tiatavias | November 22, 2011

Kotamu

Gincu orange yang terlukis dibibirku mulai meluntur. Rasa kantuk tiada tara mulai menghampiri. Menahan ingin buang air kecil menuju kotamu. Hampir dua jam kutahan. Bisa saja aku buang air kecil saat si supir bis tadi mengisi bensin. Tapi aku begitu malas untuk beranjak dari kursiku. Baris kelima di belakang supir. Samping jendela. Tempat favoritku. Awan. Aku bisa dengan jelas melihatnya.

Kotamu selalu membuat senyumku mengembang. Aku terbang bukan kepayang.

Aku kembali ke kotamu. Kau pasti akan meledekku. Aku bergincu. Ada maskara di mataku. Tas rajutan bertali orange. Sepatu flat manis khas wanita. Namun tetap hanya kaos dan jeans saja yang menutupi tubuhku. Kaos dengan bolero bunga vintage. Kau pasti jatuh hati. Pasti!

Delapan tahun silam. Usiaku 15 tahun, aku si anak bau kencur, katamu. Kau acak rambutku. Kau ledek aku. Kau buat senyumku mengembang. Kau tinggalkan aku.

Hari ini ku kembali (lagi). Tetap dengan senyum mengembang. Menuju kotamu, tempat peristirahatanmu, menaburkan bunga untukmu.

-221111- tepat pukul 11 siang dalam perjalanku, Bandung..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: