Posted by: tiatavias | December 17, 2011

Dia?

Hallo Bandung..

Aku kembali, tapi bukan untukmu. Bukan untuk siapa-siapa. Hanya untukku. Untuk aku.

Malam ini aku ditemani secangkir kopi hitam pekat. Mengingat dia dengan sejuta pertanyaan yang hampir meledak. Dia?

Seketika nafasku sesak. Tertawa setengah gila. Mentertawakan waktu. Mentertawakan keadaan. Mentertawakan aku.

Aku dilanda kecemburuan. Aku cemburu pada waktu. Aku cemburu pada keadaan. Aku cemburu pada dia. Dia?

Dia seenak hati datang dan pergi. Datang dengan permisi. Pergi tanpa permisi. Begitu mudah dia pergi dalam waktu yang sangat singkat dan keadaan tanpa kata. Tercela sudah kelakuannya! Aku marah. Aku kecewa.

Dia seenak hati buat aku merasa nyaman lalu menghempaskan kenangan. Yah, kenangan yang tersisa. Aku ingin berkunjung pada kenangan itu dan merubah tindak tandukku. Bodoh, harusnya aku keberatan dia masuk kembali. Harusnya aku waspada. Harusnya aku sadar.

Dia menghancurkan keinginanku untuk pergi. Pergi dari dia. Dia seperti hantu. Apakah dia salah satu wujudmu? Apakah kau kirim dia untuk menghancurkanku?

Mataku panas. Menahan kantuk. Menahan marah. Menahan dia yang selalu hadir dalam mataku.

-281111-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: