Posted by: tiatavias | January 6, 2012

Kembali

Hari ini aku kembali menyusuri kesendirianku. Berjalan pada pusaran dunia tak berarah. Naik turun bukit dengan sisi kanan kiri menyerupai hutan kecil yang amat menyeramkan jika dilewati malam hari. Tak ada lampu jalanan. Aku membayangkan malam datang dan bagaimana jika babi hutan muncul, ular berbisa, atau rusa yang memang pernah muncul di kampung ini secara tiba-tiba. Ah khayalanku terlalu jauh, ini masih sangat pagi untuk kemunculan gelapnya langit.

Pagi ini sang hati tak secerah biasanya. Kepalaku berat akibat malam yang tak nyenyak. Merindukan rumah. Merindukan pelukan ibu. Merindukan kamu. Rumah yang sudah lima hari kutinggalkan. Ibu yang ternyata mempunyai sifat yang sama denganku. Aku dan Ibu bagaikan kucing dan anjing yang tak pernah akur. Aku dan Ibu yang saling mencintai tapi tak pernah mengungkapkannya. Aku dan Ibu yang sama-sama diam. Aku yang akhirnya mengenal Ibu dari cerita mereka, bukan dari Ibu. Dan kamu, yang selalu mendominasi pikiranku saat aku bangun dari lelapku.

Aku mencintai Ibu dengan seluruh hidupku. Tak perlu alasan.

Aku mencintai kamu dengan seluruh kebodohanku. Tanpa alasan.

Dan aku. Disini dengan kesendirianku. Luapkan resah. Luapkan rindu. Luapkan cinta. Aku memutar kembali. Tuhan yang pasti membimbing dalam pusaran waktu berarah. Arah yang tak lagi sendiri. Aku kembali bergerak.

-3 Januari 2012-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: