Posted by: tiatavias | February 2, 2013

Teruntuk Jendela Biru

Baru saja beberapa hari ini aku mulai membukamu kembali. Aku ingin kembali mengukirmu setiap hari. Sudah lama aku meninggalkanmu. Apakah kau rindu? Aku rindu, aku rindu mengukir rasa. Dan yang pasti, aku hanya tak ingin mati rasa.

Jendela biru, apakah kau tau? Ada seseorang disana yang menjadi inspirasi dalam mengukirmu. Kebahagian, kesedihan, kemarahan, dan keromantisan, semuanya ada dalam lembaran halamanmu. Aku sadar.. mungkin seseorang itu yang sedari lama membuatku bisa mengukir beberapa lembaranmu dengan indah, lebih tepatnya banyak lembaran. Aku sangat berterima kasih padanya.

Jendela biru, apakah kau tau yang sekarang terjadi? Seseorang itu mematahkan rasaku untuk mengukirmu lagi. Rasaku hancur. Jendela biru, apakah kau akan marah jika aku menutupmu kembali? Apakah kau akan marah jika aku meninggalkanmu? Apakah kau akan marah jika aku berhenti mengukirmu?

Jendela biru, terima kasih karena kamu selalu ada dengan rasaku. Apapun yang terjadi, tersenyumlah terus padaku..

Hey, bukankah lembaran inipun terukir karna seseorang itu?

Maafkan aku, Jendela Biru..

[halaman yang sedang kau baca ini adalah salah satu isi jendela biruku]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: