Posted by: tiatavias | February 15, 2016

Ada Cinta di Februari (pada tahun keenam)

Aku sudah di pagari!

 

Keyakinan,

Kesabaran,

Komitmen,

Yang terpenting, kasih sayang..

 

Tak hanya bercerita tentang kita, kini melebar pada keluarga!

 

Momentum semakin tak malu untuk datang

 

Dan rindu tetaplah candu!

 

Bogor, 15 Februari 2016

Posted by: tiatavias | April 23, 2015

Teruntuk Yudha Pujangkara

Dear kamu..

Hari ini adalah hari dimana aku sangat berterima kasih pada Ibu yang telah melahirkan kamu 27 tahun yang lalu. Aku bersyukur atas kehadiranmu dalam hari dan hatiku. Selamat ulang tahun, sayang.. Doa terbaik untukmu akan selalu aku nyanyikan dalam setiap sujudku. Semoga kamu selalu sehat agar seluruh impian dan cita-citamu bisa tercapai, yang juga bagian dari impian dan cita-citaku. Tetaplah menjadi seseorang yang senantiasa berharmoni dengan semesta, dan meluruhkan egosentrisme untuk kedamaian hidup sebagai manusia yang bahagia. Kembangkanlah sayap kapalmu hingga kau dapat berteriak lantang “hei cahaya kita sudah pekat!”, dan aku akan selalu tersenyum menyemangatimu dan senantiasa berbisik “rumahmu sudah dekat”..

Bogor, 23 April 2015
Dari aku yang selalu dapat kau andalkan untuk pulang..

Posted by: tiatavias | February 15, 2015

Ada cinta di Februari (pada tahun kelima)

Momentum itu semakin dekat!

Yang semakin aku tahu,
Hariku dan hatiku semakin menyatu
Rasa nyaman yang semakin candu

Yang semakin aku tahu,
Degup jantung semakin menggebu
Nafas kehidupan berlandaskan keindahan untukku

Rindu!
Rindu!
Semakin merindu
Kamu, rumahku

Bogor, 15 Februari 2015

Posted by: tiatavias | February 20, 2014

Malam rasaku

Malam ini aku melihatmu begitu dalam

Malam ini aku tersadar akan rasa yang tak kan mungkin bisa kuhindari

Malam ini aku begitu merindukanmu

Malam ini aku membenci diriku yang belum membahagiakanmu

Malam ini aku hanya ingin memelukmu

Malam ini aku tak ingin melihatmu sedih lagi

Malam ini aku sangat bersyukur

Malam ini aku tau sudah ada uban-uban dirambutmu

Tuhan..
Lindungilah beliau
Berilah kesehatan selalu untuknya
Izinkan aku untuk membahagiakannya

Amin..

Bogor, 20 Februari 2014

Posted by: tiatavias | February 15, 2014

Ada cinta di Februari (pada tahun keempat)

Berceloteh tentang cinta..

Apa itu cinta?
Pembahasan yang selalu ada. Lalu apa selanjutnya?

Cinta..
Sesuatu yang tak dapat diukur. Dan mungkin ia hanya dapat dirasa. Rasa yang seperti apa? Kembali bergelut dengan arti cinta tersebut..

Cinta..
Di tahun keempat ini aku kembali menemukan arti cinta, sesuatu yang lebih indah dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan pada akhirnya.. Cinta adalah kepercayaan..

Rasa percaya, tulus dari sebuah manifestasi. Rasa yang menjadikannya sakral untuk digenggam bersama

Cinta itu sakral..
Kesakralan yang hanya dinikmati oleh pasangan yang memiliki kepercayaan.
Kesakralan menjadikannya suci menjemput impian, pernikahan..

Lalu bagaimana dengan cintaku?

Aku mencintainya karena Tuhan. Aku mencintainya sebelum aku tau arti cinta itu apa. Dan mungkin saat ini aku belum sepenuhnya tau. Yang kutau, kesakralan itu adalah kunci utama.

Akan kutunggu momentum itu..

Bogor, 15 Februari 2014

Posted by: tiatavias | July 24, 2013

Kota Hilang

Minggu mendung termenung sendirian dalam sepinya kota

Ibarat kota mati tak terjamah

Sayup-sayup terdengar lirihan-lirihan, musik-musik, dan suara gemuruh angin

Memilukan..

 

Ada gemuruh angin disitu

Angin yang sedikit memberikan kehidupan pada kota

 

Hey tunggu!

Tadi ada suara motor yang sedang dikemudikan dengan kencang

Dan ada titik-titik hujan yang turun dari langit

Lalu ada suara pijakan kaki seseorang

 

Apakah kota itu telah hidup kembali?

Lalu apa yang kurasakan?

Aku ketakutan, takut kehilangan

Kesunyian

 

Aku salah

Itu palsu

Hanya kosong

Kotaku hilang..

 

– di suatu Minggu yang gelap –

Posted by: tiatavias | July 24, 2013

Permen Karet

Saat masih baru, ia dikunyah. Dijilati karena rasanya yang manis. Dibuat gelembung balon-balon dengan bibir itu.

Lama-lama, rasa semaki tak manis. Hambar dan penuh air liur. Rasa semakin tak menggoda. Bau. Lalu terbuang,

Maaf, dibuang.

27 Juni 2013 | 19.27 WIB

Posted by: tiatavias | July 7, 2013

Sore Yang Lain

image

Ada kalanya kenyamanan itu adalah saling diam menikmati green tea latte hangat, memandangi pandangan masing-masing dengan alunan lagu yang menemani.

Saling diam namun  tetap yakin bahwa dia akan selalu ada.

Minggu sore, 7 Juli 2013
@ Kedai Kopi Ijo

Posted by: tiatavias | May 29, 2013

Seperti Dingin Malam Ini

Dimana kehangatan itu?
Aku kedinginan. Apa hanya aku yang merasa? Apa aku terlalu berharap?

Aku hanya butuh kehangatan dikala kedinginan menghampiriku. Tapi itu tak ada lagi, atau mungkin memang tak pernah ada.

Aku inginkan kita bertukar cerita “bagaimana harimu?”. Tapi itu tak ada lagi, atau mungkin memang tak pernah ada.

Yang ada hanya salam tanpa tatap mata yang kuberikan ketika kau memulangkanku tanpa kesepakatan, kita.

Kamarku, 29 Mei 2013

Posted by: tiatavias | May 29, 2013

Berubah

Iga Massardi

Berubah adalah sebuah langkah. Maju mundur bukan masalah.

Berubah adalah nyali. Jalan di tempat atau mendaki.

Berubah adalah pilihan. Di tengah waktu yang berjalan.

Tidak banyak yang cukup nyali untuk melakukan perubahan. Terlalu takut untuk bertualang dan ambil resiko. Menunggu asa yang mati di dalam.

Semangat dan gejolak terus diredam hingga padam. Hingga hidup perlahan memudar.

Banyak hal di luar rencana yang memiliki hasil yang berbeda. Karena hidup adalah untuk dijalani. Bukan untuk diterka dan bermain aman. Berada dalam zona nyaman adalah berbahaya. Jangan sampai hidup ini didasari rasa takut hingga kita tak lagi memiliki nyali untuk mengembangkan diri.

Keputusan sulit akan selalu ada dan harus selalu diambil. Tak ada yang perlu ditakutkan karena resiko akan selalu ada bahkan dalam setiap keputusan yang matang. Besar kecilnya resiko adalah tolak ukur pertahanan mental masing masing.

Visi.

Itu yang paling penting. Pastikan hendak kemana dan mau apa. Berani memilih bukan tanpa rencana…

View original post 53 more words

Older Posts »

Categories